Produk Hortikultura Asal 6 Kabupaten di Sumut, Laris di Pasar Ekspor

Posted in Artikel, Berita, Pengumuman, Statis on Oct 07, 2019

Labuhan Batu Utara -Pembangunan pertanian di 6 kabupaten di wilayah Sumatera Utara (Sumut) masing-masing Kabupaten Batu Bara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhan Batu Utara, Labuan Batu Induk dan Labuan Batu Selatan telah membuahkan hasil, pasalnya produk hortikulturanya telah menjadi langganan pemasok di manca negara.

"Keberhasilan ini dapat tercapai karena jalinan kerjasama antara pemerintah baik pusat hingga kabupaten dengan petani berjalan dengan baik. Hasil
berlimpah, kemudahan layanan dan pasar ekspor yang tersedia," kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil saat lakukan kunjungan kerja ke tempat pemeriksaan karantina lain di gudang pemilik, UD Khairatama di Labuhan Batu Utara, Sumut, Minggu (6/10).

Menurut Jamil, produk hortikultura asal Sumut yang diminati pasar global adalah buah jeruk nipis, salak, alpukat, sirsak, kecombrang dan pisang kepok.

Khusus untuk pisang kepok, Jamil memaparkan adanya tren peningkatan yang signifikan. Tercatat sebanyak 487 kali sertifikasi ekspor pisang kepok dengan tonase 3,1 ribu ton senilai Rp. 14,6 miliar ke Malaysia dari Januari hingga September 2019. Sementara pada periode sama ditahun 2018, jumlah sertifikasi ekspor dengan tujuan sama hanya 252 kali, volume 1,4 ribu ton dengan nilai Rp. 764,9 milyar. Dua kali lipat peningkatanya, tambah Jamil.

*Tindakan Karantina untuk Jaminan Kesehatan dan Keamanan Produk*

Kepala Barantan disaat yang sama melepas ekspor pisang kepok sebanyak 37 ton senilai Rp. 170 juta dengan tujuan negara Malaysia.

Selaku otoritas karantina yang memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina.

Pisang kepok ini harus bebas dari target hama atau pest yang dipersyaratkan negara tujuan yakni Bactrocera musae dan Ralstolonia musae atau Moco disiase. Jika sudah dipastikan aman maka Surat Kesehatan Tumbuhan atau Phyosanitary Certificate (PC) segera diterbitkan.

"Sesuai instruksi Menteri Pertanian, layanan pemeriksaan karantina harus dipermudah dan dipercepat dengan tetap menjaga akurasi pemeriksaannya," ungkap Jamil.

Selain siapkan layanan "jemput bola", Barantan juga lakukan digitalisasi ditiap layanan publiknya. "Ini sudah menjadi dituntutan di era perdagangan juga perkarantinaan internasional," jelas Kepala Barantan.

*Giatkan Program Agro Gemilang, Indikator Akselerasi Ekspor Meningkat*

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan (TBA), Bukhari yang mendampingi kunjungan kerja kali ini menyampaikan sebagai unit pelaksana teknis Barantan, pihaknya telah menggiatkan program Agro Gemilang semenjak bulan Februari hingga kini.

Program Ayo Galakkan Ekspor produk pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa ini merupakan program yang digagas Barantan untuk mendorong peningkatan kinerja ekspor produk pertanian. Program berupa pendampingan dan bimbingan memenuhi persyaratan teknis produk pertanian di pasar global bagi pelaku usaha baru khususnya dari kalangan muda.

Menurut Bukhari, program ini diwilayah kerjanya telah mulai membuahkan hasil. Hal ini dapat dilihat dengan peningkatan pada beberapa indikator yakni : peningkatan jumlah eksportir sebesar 11,2 % (2019 : 248, 2018 : 223). Jumlah tujuan negara meningkat 8% (2019: 54, 2018: 50). Juga frekwensi yang ditandai dengan peningkatan sertifkasi karantina untuk ekspor sebanyak 13,8% (2019: 3226, 2018 : 2.833)

Kepala Karantina Pertanian TBA juga menyampaikan adanya penurunan kinerja ekspor pada produk sapu lidi asal TBA. Dibanding tahun 2018 yang dapat mencapai 297 kali sertifikasi dengan tonase 13,5 ribu ton senilai Rp. 881,6 milyar. Ditahun 2019 sampai dengan September baru tercatat 189 kali sertifikasi dengan total 15,1 ribu ton nilai Rp. 300,6 milyar. Terjadinya penurunan kinerja ini disebabkan karena negara India sebagai tujuan ekspor terbesar tengah menetapkan pelarangan sementara terhadap pemasukan Sapu Lidi atau Brom Stick asal Indonesia. Hal ini yang tengah dilakukan upaya negosiasi persyaratan teknis oleh Barantan agar dapat dibuka kembali. Dan hari ini, kita sama-sama pastikan bahwa proses pemenuhan persyaratan teknis Sanitary and Phytosanitary (SPS) pada sapu lidi telah dapat dipenuhi oleh UD Khairatama selaku eksportir. Jangan sampai produk kita tertolak di negara tujuan karena tidak memenuhi persyaratan teknis SPS, jelas Bukhari.

*Pelepasan Ekspor Produk Pertanian Sumut*

Pada kesempatan yang sama juga diekspor 6 komoditas pertanian Sumut lainya dengan total 17,9 ribu ton dengan nilai Rp. 35,5 milyar. Masing-masing terdiri dari Sapu Lidi sejumlah 206 ton tujuan negara Pakistan, Ijuk sejumlah 3 ton tujuan negara Malaysia, Kelapa Parut sejumlah 222,2 ton tujuan negara Cina

Selain itu juga ada Kelapa Serabut sejumlah 36 ton tujuan negara Russia, Palm Kernel Expeller tujuan Yunani dan Pinang Biji sejumlah 260 ton tujuan Iran.

Wakil Bupati Kabupaten Labuhan Batu Utara, Dwi Parantara yang juga hadir dan turut melepas ekspor mengapresiasi upaya pembangunan pertanian yang dilakukan diwilayah kerjanya oleh jajaran Kementan.

Secara khusus, apresiasi juga disampaikan untuk Karantina Pertanian TBA yang telah menjaga kelestarian sumber daya alam hayati sekaligus mendorong upaya pertumbuhan kinerja ekspor diwilayahnya. Tidak saja sehat, aman dan berlimpah tapi juga miliki daya saing sehingga sehingga produk pertanian asal Sumut dapat laris di pasar global, tambah Dwi Parantara.

Sejalan dengan hal ini, Kepala Barantan menyampaikan bahwa status kesehatan hewan dan tumbuhan disuatu wilayah sangat menentukan keberterimaan produk di pasar ekspor. "Kedepan, selain kerjasama pusat dan daerah dalam pembangunan pertanian berorientasi ekspor, partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian SDA juga penting. Mari optimalkan seluruh kekuatan yang ada untuk menyongsong cita-cita bersama kita, Indonesia sebagai lumbung pangan dunia," pungkas Jamil.

Narasumber ;
1. Drs. H. Dwi Parantara, MM – Wakil Bupati Kab. Labuhan Batu Utara
2. Ir. Ali Jamil, MP., Ph.D. - Kepala Badan Karantina Pertanian
3. drh. Bukhari - Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Tanjung Balai Asahan



Kemeriahan Puncak Bulan Bakti di Karantina Pertanian TB Asahan

Posted in Berita on Jul 10, 2019

TB Asahan- Karantina Pertanian TB Asahan gelar Puncak Bulan Bakti Karantina Pertanian ke 142 bertema  Gerakan Bersama Ekspor Produk Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan  Dunia 2045, Jumat (5/7). Rangkaian kegiatan antara lain Barantan Peduli  142 paket bagi siswa SD Tanjungbalai, senam Agro Gemilang, senam  bersama seluruh pegawai, Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian sebanyak  senilai Rp 1 Milyar, pemeriksaan hewan dan vaksinasi Rabies gratis.

 Acara puncak dihadiri dengan antusias oleh Dinas Pertanian Kab. Asahan,  Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tanjungbalai, Kepala KPPBC Tipe  Madya C Teluk Nibung, Babinsa Koramil 11 Simpang Empat, Kepala SKIPM  Tanjungbalai Asahan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai  Asahan, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, Bapak  Camat Simpang Empat, Kapolsek Simpang Empat, KSOP Teluk Nibung, Kepala  KP3 Teluk Nibung, BRI, Mandiri, BNI, dan para pengguna jasa. Antusiasme  masyarakat juga terlihat karena dilaksanakan juga pemeriksaan hewan dan  pemberian vaksin rabies dengan gratis. Antusiasme seluruh tamu undangan  dan masyarakat memberikan semangat bagi para pegawai Karantina Pertanian  TB Asahan untuk kedepannya semakin melayani sesuai tugas  perkarantinaan.

 "Dengan Bulan Bakti Karantina Pertanian 2019 ini,  kita semua berharap terciptanya masyarakat yang peduli perkarantinaan  (Quarantine Minded), dimana masyarakat menjadi kenal dan paham tugas  pokok Karantina Peertanian sekaligus tugas tambahan berupa akselerasi  ekpor produk pertanian," ungkap drh. Bukhari, Kepala Karantina Pertanian  TB Asahan.

 "Pada akhirnya semua ini menumbuhkan minat mayarakat  untuk menjaga kedaulatan pertanian dan mendorong ekspor produk pertanian  Indonesia dan sukses menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045,"  tambah Bukhari.

 #BeraniEkspor
#142KarantinaMelayani
#KarantinaPertanianTBAsahan
#LaporKarantina🐕🍎

Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Karantina Pertanian TB Asahan Siap Menjadi Agen Perubahan

Posted in Berita on Jun 01, 2019

TB Asahan (01/06), Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah bangsa, tentu menjadi penting untuk dirayakan hari lahirnya. Namun lebih dari itu, yang terpenting adalah bagaimana para elit termasuk ASN untuk lebih memaknai nilai-nilai yang termaktub dalam Pancasila itu sendiri. Jadi tidak sekedar ritual upacara, Pancasila sejatinya harus mampu menjadi ruh dan jiwa setiap perilaku anak-anak bangsa ini. Pancasila harus dibumikan nilai-nilainya dalam denyut jantung elit dan penyelenggara negeri ini.

Menurut Kepala Karantina Pertanian TB Asahan drh.Bukhari, upacara untuk memperingati Hari Lahir Pancasila ini merupakan sebuah sarana untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap 4 (empat) pilar kebangsaan. Yakni, Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Mengambil tema Kita Pancasila, Kita Indonesia, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh ASN lingkungan Karantina Pertanian TB Asahan yang telah memberikan motivasi dan contoh yang baik kepada masyarakat sehingga tidak ikut-ikutan kepada hal yang tidak baik,” tegasnya. Lebih lanjut Bukhari menegaskan bahwa cuti bersama lebaran akan dilaksanakan pada tanggal 3, 4 dan 7 Juni 2019. Sementara tanggal 10 Juni 2019 semua ASN harus masuk seperti biasanya.

“Dari KemenPAN dan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi) RI ada himbauan kepada seluruh ASN pada hari pertama agar masuk kerja. Karena nantinya seluruh Pemerintah baik pusat maupun daerah diminta untuk melakukan pemantauan berupa sidak (Inspeksi mendadak), sehingga harapannya hari pertama itu masuk semuanya,” ungkapnya.

#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPertanianTBAsahan


Lebaran Menjelang, Ekspor Domba Gemilang

Posted in Berita on May 31, 2019

Tanjung Balai - Setelah sempat tertunda pengiriman ekspor domba ke Malaysia karena terkendala transportasi, akhirnya domba asal Kabupaten Batubara Sumatera Utara bisa berangkat ke Malaysia. Ini merupakan ekspor perdana domba ke Malaysia di tahun 2019 yang di lakukan oleh CV. Asia Global melalui Pelabuhan Teluk Nibung di Kota Tanjung Balai. Tingginya konsumsi daging domba di Malaysia, membuat pengusaha asal Malaysia bekerja sama dengan pengusaha lokal di Kabupaten Batubara untuk bisa mengekspor domba dari Indonesia.

Menurut data Kementerian Pertanian, tahun 2017 tercatat Indonesia mengekspor domba sebanyak 210 ekor. Sedangkan tahun 2018 terjadi peningkatan ekspor menjadi 2.921 ekor. Hal ini menunjukkan bahwa peluang ekspor Domba ke Malaysia sampai saat ini masih cukup tinggi.

Untuk menjamin Domba yang diekspor tersebut dalam kondisi sehat dan bebas dari hama penyakit hewan, Karantina Pertanian TB Asahan melakukan pemeriksaan fisik dan didukung oleh pemeriksaan laboratorium dengan Uji Rose Bengal Test (RBT). Hasil pemeriksaan fisik didapatkan bahwa domba dalam kondisi yang sehat . Hasil pemeriksaan sampel darah juga negatif.

SobatQ.. Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan untuk memenuhi persyaratan karantina hewan. Tak hanya itu, ini juga sebagai bentuk dukungan untuk produk pertanian Indonesia yang sehat dan unggul.

"Ekspor domba ke Malaysia ini adalah bentuk komitmen dari Karantina Pertanian TB Asahan untuk mendorong akselerasi ekspor komoditas unggulan di wilayah kerja kami. Hari ini kita mengirim 200 ekor domba dengan nilai ekonomi lebih dari 200 juta rupiah. Semoga kedepannya akan semakin meningkat jumlahnya," tambah Bukhari, Kepala Karantina Pertanian TB Asahan.

#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPertanianTBAsahan


Sinergisitas Karantina Pertanian TB Asahan Bersama Instansi Terkait di Pelabuhan Teluk Nibung.

Posted in Berita on May 28, 2019

Tanjung Balai (28/5), Lebaran menjelang, arus lalu lintas penumpang di Terminal Pelabuhan Feri Internasional Teluk Nibung mulai meningkat. Demi menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang feri, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Nibung memimpin seluruh instansi terkait di pelabuhan untuk melaksanakan Pengamanan Terpadu Angkutan Laut Lebaran Tahun 2019. Begitu juga dengan Karantina Pertanian TB Asahan ikut terlibat dalam Posko Terpadu tersebut.

Berdasarkan hasil evaluasi KSOP dari pengamanan lebaran di tahun sebelumnya, diprediksi bahwa tahun 2019 akan ada peningkatan arus penumpang feri dari Malaysia. "Karantina Pertanian TB Asahan akan menerjunkan personilnya mulai dari H-15 sampai dengan H+15 Lebaran tahun ini, untuk bergabung dengan instansi terkait yang ada di Pelabuhan Teluk Nibung melaksanakan pengamanan dan pelayanan kepada seluruh penumpang" terang drh. Bukhari Kepala Karantina Pertanian TB Asahan.

Posko Terpadu ini bisa terbentuk dan berjalan dengan baik berkat sinergisitas yang solid antar instansi terkait yang berada di Pelabuhan Teluk Nibung. Memiliki tujuan yang sama untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua penumpang kapal.

#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPertanianTBAsahan


Fantastis! Lidi Bernilai Ratusan Juta Rupiah Diekspor ke Pakistan

Posted in Berita on May 23, 2019

Tanjung Balai Asahan - Sama halnya dengan pohon kelapa, setiap bagian tanaman kelapa sawit juga dapat dimanfaatkan. Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit merupakan bahan baku dalam pembuatan minyak nabati. Bagian batangnya bisa digunakan bahan baku bangunan. Akar sawit pun bisa dibuat kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi. Begitu pula dengan daunnya yang dapat diproses menjadi pupuk cair bahkan lidi kelapa sawit juga memiliki segudang manfaat bagi manusia. Lidi ini merupakan bagian dari tulang daun kelapa sawit.

Lidi dari kelapa sawit mempunyai tekstur yang agak keras, elastis pada bagian ujungnya, dan berwarna cokelat muda. Lidi tersebut dapat diolah menjadi kerajinan tangan melalui teknik penganyaman. Kerajinan dari lidi sawit ini memiliki kesan tradisional yang begitu kuat sehingga banyak diminati oleh pasar lokal maupun mancanegara.

Meski bulan ramadan, tak menyurutkan semangat bekerja petugas Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan untuk melakukan pemeriksaan terhadap komoditas sapu lidi tujuan Pakistan sebanyak 52.000 kg senilai Rp 190 juta rupiah. Pemeriksaan dua kontainer lidi tersebut dilakukan di Desa Ledong Timur Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kamis (23/05). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan lidi sawit tersebut sehat dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina sehingga dapat diterima di negara tujuan.

Mari bersama melindungi negeri, melestarikan keanekaragaman hayati.

#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPertanianTBAsahan

Berbagi Kebahagiaan, Karantina Pertanian TB Asahan Buka Puasa Bersama Anak Yatim.

Posted in Berita on May 22, 2019

Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah sekaligus menjadi momentum tepat untuk berbagi. Di bulan yang penuh berkah, cinta kasih dengan berbagi terhadap sesama, merupakan hal yang tentu sangat menyejukkan jiwa, karena disitulah hakekatnya kebahagiaan jiwa dengan saling berbagi terhadap sesama. Kebahagian yang diharapkan bukan hanya sekedar bersifat pribadi namun secara sosial kebahagiaan tersebut bisa dicapai dengan saling berbagi.

Momentum di bulan penuh dengan rahmat, Karantina Pertanian TB Asahan menggelar acara Buka Puasa Bersama Anak Yatim (21/05). Diawali dengan mendengarkan tausiyah ramadan oleh Ustadz Amari Saputra menjelaskan tentang kualitas berpuasa bagi umat muslim. Amari menjelaskan, "bahwa berpuasa tidak hanya sekedar menahan rasa haus dan lapar, namun lebih penting lagi bahwa berpuasa adalah menahan hawa nafsu dari perbuatan-perbuatan negatif yang akan membuat manusia celaka dalam hidupnya"

"Acara ini bukan hanya sekedar berbuka puasa bersama tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur kita karena masih bisa diberikan kesehatan di bulan ramadan ini dan bisa berkumpul bersama seluruh pegawai Karantina Pertanian TB Asahan. Selain itu juga kita berbahagia karena bisa berbagi dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan" terang drh. Bukhari Kepala Karantina Pertanian TB Asahan.

Selain berbuka puasa bersama, Karantina Pertanian TB Asahan juga memberikan santunan kepada anak yatim. Semoga berkah ramadan menjadi milik kita semua.

#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPertanianTBAsahan
#BerkahRamadan


Tingkatkan Integritas, Ali Jamil Bina Pegawai Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan.

Posted in Berita on May 14, 2019

Sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam aktivitas lembaga atau organisasi, karena bagaimanapun juga kemajuan dan keberhasilan suatu lembaga atau organisasi tidak lepas dari peran dan kemampuan sumber daya manusia yang baik. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia akan dapat dilihat pada kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diembannya sesuai dengan tuntutan organisasi atau lembaga, oleh karena itu upaya mengelola dan mengembangkan kemampuan atau kinerja individu dalam organisasi menjadi hal yang sangat penting dalam membangun dan mengembangkan kemampuan organisasi untuk dapat berperan optimal dalam masyarakat.

Karantina Pertanian TB Asahan melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap seluruh pegawainya baik yang memiliki jabatan struktural maupun fungsional dan juga tenaga harian lepas (THL). Momen ini dilaksanakan di sela-sela menerima kunjungan Kepala Badan Karantinta Pertanian (Barantan) Ir. Ali Jamil Harahap, MP.,Ph.D. (13/5). Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan integritas seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan baik.

"Setiap pegawai karantina pertanian harus memiliki integritas yang tinggi terhadap organisasi, salah satunya dengan tidak melakukan suap, pungli dan menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Apabila ada pegawai yang diketahui melakukan hal yang terlarang tersebut, maka akan langsung ditindak tegas. Kepada pegawai yang berprestasi, saya juga tidak akan ragu untuk memberikan apresiasi" terang Ali Jamil.

Ucapan terimakasih juga tidak lupa disampaikan oleh Kepala Karantina Pertanian TB Asahan drh. Bukhori "Kedatangan Bapak Kepala Barantan sudah lama ditunggu-tunggu oleh seluruh pegawai, hari ini kami sangat berbahagia karena telah bertatap muka langsung dan menerima arahan serta pembinaan langsung dari Kepala Barantan. Terimakasih atas kunjungannya dan memberikan semangat kepada seluruh pegawai"

#LaporKarantina🍎🐈
#KarantinaPertanianTBAsahan
#AgroGemilang2019

Kembali Menguat, Ekspor Olahan Sawit asal Tanjung Balai Asahan

Posted in Berita on May 13, 2019

Tanjungbalai Asahan - Setelah sempat tertekan di tahun 2018,
kini selama periode Januari sampai dengan April 2019, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) kembali mencatat jumlah sertifikasi minyak sawit untuk ekspor dengan tren yang meningkat.

Berdasarkan data dari sistim otomasi Barantan, IQFAST tercatat ekspor komoditas minyak sawit beserta turunannya dikuartal pertama tahun 2019 sebanyak 546 jt Kg dengan nilai Rp. 5,3 triliun. Dibandingkan dengan catatan ekspor tahun 2018 yang hanya berhasil membukukan sebanyak 460 jt Kg dengan nilai Rp. 4,5 triliun, lebih rendah dari tahun 2016 ekspor sebanyak 607 jt Kg dengan nilai Rp. 5,5 triliun dan tahun 2017 sebanyak 709 jt Kg dengan nilai Rp. 6,5 triliun. "Alhamdulilah, berkat kerjasama semua instansi terkait ekspor sawit kita kembali menunjukan tren membaik," kata Kepala Barantan, Ali Jamil saat serahkan Surat Kesehatan Tumbuhan atau Phytosanitary Certificate (PC) kepada para pelaku usaha eksportir komoditas pertanian di Tanjungbalai Asahan, Senin (13/5).

Kementerian Pertanian bersama dengan seluruh stake holder terus berupaya keras untuk menerapkan dan mempromosikan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), sebagai komitmen Indonesia dalam menerapkan skema keberlanjutan. Penguatan ISPO juga menjadi bagian penting untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, sekaligus penghasil komoditas penghasil devisa tertinggi di Indonesia. Dan sebagai komoditas wajib periksa karantina dan sesuai persyaratan negara mitra dagang, kami siap lakukan penjaminan kesehatan dan keamanan komoditas ini dengan PC, tambah Jamil.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan, Bukhari memaparkan data komoditas pertanian berupa sawit dan turunannya yang dilepas kali ini senilai Rp. 6,45 miliar masing-masing adalah 234 ton palm kernel stearin (PT. Sintong Abadi) dan 495.25 MT (Multimas Nabati Asahan). Turut dilepas komoditas unggulan lainnya yakni kelapa parut sebanyak 25 ton tujuan Felixtow dan Inggris atau setara dengan Rp. 577 juta (PT. Harvad); sapu lidi sejumlah 350 ton atau senilai Rp. 1,19 miliar tujuan Pakistan (PT. Ganbaro Putra), Pisang 16 ton, ubi jalar 17 ton, jahe 7 ton, jeruk nipis 4 ton, kayu manis 6 ton atau setara dengan Rp. 178,5 juta tujuan Malaysia (PT. Mitra Laut Bahari), dan ekspor Domba tujuan Malaysia sebanyak 200 ekor senilai Rp. 200 juta (PT. Asia Global) dan 450 kg madu senilai Rp. 225 juta dengan total ekspor keseluruhan senilai Rp. 8,8 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Barantan juga meresmikan gedung Laboratorium Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan. "Ini merupakan komitmen Kementan untuk meningkatkan pelayanan publik perkarantinaan, terlebih potensi ekspor andalan yang besar disini. Tidak hanya sarana dan prasarana laboratorium tapi kami siapkan juga SDM yang profesional dan berintegritas,"tegas Jamil.

Walikota Tanjungbalai Asahan, Syahrial yang hadir dan turut melepas ekspor menyampaikan apresiasi kepada Kementan atas pembangunan pertanian diwilayahnya dan juga komitmen Barantan dalam mengawal ekspor komoditas asal Tanjungbalai Asahan yang juga andalan devisa negara. Kedepan, ia berharap Barantan dapat membantu adanya perluasan akses pasar negara tujuan ekspor dan lakukan pendampingan pemenuhan persyaratan ekspor sehingga dapat bertambahnya jenis komoditas yang dapat merambah dunia.

Narasumber: 
1. H.M Syahrial, SH., MH, Walikota Tanjungbalai Asahan
2. Ir. Ali Jamil, MP., Ph.D, Kepala Badan Karantina Pertanian
3. drh. Bukhari, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Tanjungbalai Asahan


Tindak Lanjut Quick Wins dari MenPAN-RB, Karantina Pertanian TB Asahan Koordinasi dengan Bea Cukai Teluk Nibung.

Posted in Berita on Apr 25, 2019

Karantina Pertanian TB Asahan bergerak cepat untuk melaksanakan persiapan program percepatan (Quick wins) demi meningkatkan pelayanan prima dengan berkoordinasi dengan Bea Cukai Teluk Nibung (24/4). Quick wins atau juga sering disebut low-hanging fruit adalah suatu inisiatif yang mudah dan cepat dicapai yang mengawali suatu program besar dan sulit. Quick wins merupakan sebuah aktifitas nyata dan dirasakan manfaatnya secara cepat oleh pemangku kepentingan utama, baik secara eksternal maupun internal Kementerian Pertanian. Quick wins diperlukan untuk memperoleh momentum yang positif dan juga kepercayaan diri untuk melaksanakan reformasi birokrasi secara konsisten dan berkelanjutan, serta memberikan image positif bagi pelaksanaan reformasi birokrasi sehingga dapat menurunkan pesimis tentang pelaksanaan reformasi birokrasi.

Seiring dengan semakin meningkatnya lalulintas media pembawa melalui wilayah-wilayah kerja Karantina Pertanian TB Asahan, sehingga menuntut meningkatkan fungsi pelayanan dan pengawasan terhadap keluar, masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK di wilayah Sumatera Utara. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengawasan/pemeriksaan tindakan karantina di tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran. Pengawasan di tempat-tempat yang ditetapkan seperti di terminal penumpang Kapal Ferry pelabuhan Teluk Nibung sangat penting sebagai wujud dari peningkatan pengawasan lalu lintas komoditi pertanian dari luar negeri melalui pelabuhan tersebut.

Untuk membangun sinergisitas dan meningkatkan kualitas pengawasan terhadap media pembawa HPHK/OPTK diperlukan kerja sama dengan semua pihak khususnya instansi terkait yang berada di pelabuhan, salah satunya adalah Bea dan Cukai Teluk Nibung. Salah satunya yaitu dengan melakukan bentuk integrasi pengawasan bersama komoditas pertanian yang dilalulintaskan di Pelabuhan Teluk Nibung seperti joint analysis dalam bentuk pengawasan bersama melalui monitor mesin pemindai ( x -ray ) yang di sambungkan dengan monitor milik Karantina Pertanian TB Asahan.

"Koordinasi ini adalah merupakan persiapan awal untuk melaksanakan program Quick Wins yaitu peningkatan pelayanan prima dalam hal pengawasan lalu lintas HPHK dan OPTK di terminal penumpang pelabuhan fery internasional Teluk Nibung melalui mesin X-Ray" jelas drh. Bukhari Kepala Karantina Pertanian TB Asahan. 
"Ini juga merupakan tindak lanjut dari adanya Nota Kesepahaman antara Bea Cukai dan Badan Karantina Pertanian tentang Kerjasama dalam rangka Pelayanan dan Pengawasan Impor dan Ekspor Komoditas Wajib Periksa Karantina. Alhamdulilah Kepala Bea Cukai Teluk Nibung menyambut baik dan setuju untuk melaksanakan program kerja sama tersebut" tambah drh. Bukhari.

#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaTBAsahan