Integritas, Modal Ainun Hadapi Mafia Hukum

Tanjung Balai Asahan, (13/2). Bukan PNS biasa, Ainun Siregar namanya. Wanita tangguh asal Sumatera ini tengah menyelesaikan kasus hukum yang melibatkan tokoh masyarakat. Tentu, ngeri-ngeri tidak sedap. Bagaimana Ainun bertahan?

Menjadi penyidik PPNS, tampak mentereng memang. Namun jangan dikira, perjuangannya juga luar biasa. Hanya mereka yang bernyali besar yang sanggup melewatinya.

Itulah tanggung jawab Ainun. Posisinya sebagai PPNS mengharuskannya sering berhadapan dengan mafia hukum. Selama kariernya, dia telah menyelesaikan beberapa kasus tindak pidana terhadap Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Great!

Seperti tadi Karimin bilang, saat ini Ainun tengah menghadapi perkara besar, menyelesaikan proses penyidikan tindak pidana terhadap pemasukan daging ilegal asal Malaysia yang tidak memenuhi persyaratan.

Tiga tahun sudah kasus ini berjalan dalam penyidikan. Saat ini, kasus tersebut telah sampai pada tahap 2 (P22), yaitu penyerahan barang bukti dan tersangka. Sebelumnya, berkas telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan (P-21). Menghadirkan tersangka dan barang bukti menjadi cerita tersendiri bagi Ainun dan Tim penyidik di Karantina TBA.

"Tersangka adalah orang yang berpengaruh di masyarakat. Menghadirkan barang bukti menjadi perjuangan yang luar biasa bagi kami. Dengan terus berupaya memenuhi persyaratan dalam proses penegakan hukum, kami tidak henti-hentinya berkoordinasi dengan semua pihak, utamanya dengan TNI AL Belawan. Karena, barang bukti berupa truk sebagai alat angkut daging ilegal juga mengalami kasus di TNI AL," terang Ainun.

Tidak mudah memang. Namun, komitmen dan integritas menjadi kunci.

"Integritas, keuletan, komitmen dan upaya terus-menerus menjadi faktor penting dalam proses penyidikan, sehingga kami bisa menyelesaikan sampai dengan tahap ini," tegas Ainun menambahkan.

Ainun terus memegang prinsip ini. Meski tak bisa dipungkiri, ancaman bisa saja datang. Tak hanya bagi dirinya, tapi juga keluarganya. Surut? Tidak! Karena negara ini cukup berharga untuk dipertaruhkan.

Karantina, pasti bisa. Salam patuh karantina!

#LaporKarantina #PusatKKIP


 


Posted in Artikel, Berita on Feb 15, 2019

Views: 44