Sejarah Karantina

           Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Tanjung Balai Asahan merupakan salah satu dari 52 unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Badan Karantina Pertanian yang berkedudukan di Provinsi Sumatera Utara.SKP Kelas I Tanjung Balai Asahan merupakan  gabungan dari Stasiun Karantina Hewan Kelas II Tanjung Balai Asahan dengan Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Tanjung Balai Asahan. SKP Kelas I Tanjung Balai Asahan dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2008 Tanggal 23 April 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian yang merupakan kepanjangtanganan pelayanan operasional dalam pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati.Pembentukan SKP Kelas I Tanjung Balai Asahan dilakukan mengingat pentingnya peran dan fungsi perkarantinaan dengan tingginya tingkat keragaman komoditas yang dilalulintaskan dari dan menuju Provinsi Sumatera Utara melalui Teluk Nibung dan Kuala Tanjung.

            SKP Kelas I Tanjung Balai Asahan merupakan unit pelaksana teknis (UPT) yang setara dengan Eselon IV/a. Penggabungan Stasiun Karantina Hewan Kelas II Tanjung Balai Asahan dengan Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II Tanjung Balai Asahan merupakan suatu kebijakan yang strategis untuk memaksimalkan tugas-tugas perkarantinaan dengan semakin meningkatnya perdagangan lalu lintas komoditas pertanian, tuntutan terhadap keamanan hayati (biosecurity) bagi Provinsi Sumatera Utara terhadap hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang berada di Provinsi Sumatera Utara.